Pindah ke kcrda.blogspot.com | Selamat datang di blog ini. Semoga berguna ^^ Kami tunggu apresiasinya :)

Rabu, 02 Oktober 2013

Frenemies - Part 1

Karya L
Frenemies
Marina berjalan ke ruang yang begitu sunyi. Kemudian ia duduk dengan perlahan… menuju sofanya yang sangat nyaman. Merenung. Melamun.
Entah apa yang dipikirkannya…
***
“Bingung dah gue sama mereka. Apa pada nggak tau malu ya?” pikirnya sambil memurungkan mulutnya yang penuh dendam itu.
Biasa, sudah biasa.
Terlalu biasa baginya.
“Rafirra, Cervinna, Oktavy…. Ada ada saja mereka ini. “ batinnya lagi.
Sahabat yang sudah lama, sangat lama. Marina sudah sangat akrab dengan mereka. Tetapi, satu hal. Pertikaian sahabat.
***
“Nak, sini. Kamu ini, merenung aja kerjaannya. Kenapa sayang? Kamu ceritakan saja ke Ibu.” ibunya memanggil Marina dengan suara yang lembut.
“Ah Bu, aku nggak papa kok. Nggak ada masalah.” jawab Marina dengan suara lemah.
“Ya sudah, daripada kamu merenung, ayo bantu Ibu mengangkat jemuran.” ajak ibunya.
“Iya deh Bu.” Marina mengangguk pelan.
***
“Hhh. Sekolah lagi, gue males ada mereka…”
Sekolah yang biasanya menjadi santapan yang paling enak bagi Marina, kini terasa hampa. Tidak ada lagi yang membuatnya tertarik. Pelajaran semuanya seakan menjadi tembok untuknya melangkah. 
Teman teman juga dirasa tak ramah lagi padanya. Apalagi perasaannya. Sakit sekali untuk merasakannya.
***
9 am. School time.
“Hey Marina! Lu hobi ya pake hand body? Nama lu aja Marina! Sukanya hidup di air haha… Kita tuh manusia darat ye asal lo tau. Lu manusia air, hidup sonoh sendiri di air…” ejek Cervinna.
Marina Kaira Putri, itu nama lengkapnya. Ibunya memberi nama Marina karena ibunya sangat menyukai pantai, dan air. Dan tak heran, bakat Marina adalah berenang dan olahraga air. Jadi selama Marina bersahabat dengan Cervinna, Marina sering berenang di kolam renang pribadi Cervinna yang sangat besar .
Tak heran Cervinna meledek seperti itu.
“Ehh… Maaf ya, kita itu sahabat, kok lo jadi kaya gini ya Cer? Sahabat penghianat sih iya, tapi kalo sahabat tuh ga ada yang kaya gini tau!” Marina membalas pelan. 
“Hidup hidup gue. Masalah gue sahabat lu apa bukan, itu masa lalu. Sekarang ya sekarang! Kalo lo masih nganggep gue sahabat lo, berarti lo masih hidup di masa lalu…” Cervinna, dengan statusnya yang baru, sebagai musuh sementara Marina itu langsung pergi meninggalkan Marina.  
“Duh, salah gue apa? Kok bisa bisanya kaya gini? Anak-anak lain aja ngacangin gue?” Marina bertanya dalam hatinya.
***
“Apa dunia udah kebalik? Apa nggak gue yang lagi kena batunya? Apa gara-gara gue ngambil pacarnya si Cervinna? Kan udah gue putusin tuh dianya… Terus salah gue apa?” 
Marina bingung, apa yang harus ia lakukan.
Hingga suatu hari semuanya menjadi jelas.
Semakin kelihatan dan ketahuan, apa yang ada dibalik semuanya.
To Be Continued

Note:
Penasaran apa yang terjadi selanjutnya? Bagaimana dengan masalah Marina?
Nantikan dalam part-part selanjutnya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan dikomentari... ^_^